TITLE

KEADILAN DAN KEBENARAN

Bacaan Alkitab 2 Tahunan – Selasa, 5 Juni 2018

 

Bacaan Alkitab 2 Tahunan:

– Yesaya 28:14-29:14
– Galatia 3:23-4:20
– Mazmur 62:10-13
– Amsal 16:21-23

 

KEADILAN DAN KEBENARAN

Ayat renungan : Yesaya 28:16-18
16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!

17 Dan Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian.”

18 Perjanjianmu dengan maut itu akan ditiadakan, dan persetujuanmu dengan dunia orang mati itu tidak akan tetap berlaku; apabila cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kamu akan hancur diinjak-injak.
Pesan Tuhan:

Keadilan dan kebenaran adalah punyanya Tuhan yang diberikan kepada kita yang mau belajar percaya.
Keadilan seperti sebuah timbangan yang tidak berat sebelah. Sedangkan kebenaran adalah hukum yang didasarkan kepada kebenarannya Tuhan. Semua hukum di duniapun tunduk pada hukumnya Tuhan. Seperti pengadilan, orang yang tidak berjalan kepada hukum kebenaran akan diadili, apakah hati, tindakan dan perkataannyanya lurus.
Jika kita melihat sisi keadilan Tuhan, Tuhan memberikan kesempatan yang sama buat setiap manusia. Jika orang tidak menggunakan kesempatan dengan baik atau dia tidak mengusahakan maka dia tidak mendapat berkat. Siapa yang tidak bekerja tidak usah makan. Kesimpulannya maka orang akan berhasil dari kebenaran apa yang dikerjakannya.
Banyak orang ingin berhasil tetapi tidak banyak orang yang mau membayar harganya. Mereka terjebak dengan mental menjadi korban, hidupnya dikesankan akan berhasil bukan karena usahanya tetapi karena usaha orang lain.
Mari kita lihat orang lumpuh yang tidak sembuh karena alasan (Lukas 5:7), sementara banyak ora ng disembuhkan tetapi dia selama berpuluh tahun terus menyalahkan orang lain. Tuhan Yesus datang memberikan contoh bahwa pengorbanan tidak akan pernah sia-sia. Hukum mautpun tidak akan bisa membatasi apa yang Tuhan sudah usahakan bagi kita. Jika kita mempercayai dan mengerjakan kebenaran maka kita akan mendapatkan hasilnya.
Mental merasa dikorbankan tidak dibatasi pada keadaan ekonomi tetapi juga jealousnya orang kepada sesamanya. Seperti kisah anak yang sulung yang sudah mendapat banyak berkat tetapi merasa dikorbankan tidak dipestakan sementara saudara bungsunya dipestakan (Matius 15:29). Sikap ini selalu menjadi hambatan untuk kita bekerja yang didasarkan pada kasih karunia Tuhan yang diberikan. Jauhkan itu sikap bekerjalah dengan berpedoman pada firman kebenaran.
Membangun karakter:

Seringkali pelajar menyalahkan keadaan ketika dia tidak berprestasi, pertanyaannya sudahkan dia mengerjakan bagiannya dengan sungguh dan benar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *