Kurikulum TK

Kurikulum TK SKTH

Sekolah kami menggunakan 8 standar Nasional Pendidikan sbb :

1. Standar Kelulusan
2. Standar Isi
3. Standar Proses
4. Standar Penilaian
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
6. Standar Sarana Prasarana
7. Standar Pengelolaan
8. Standar Pembiayaan

KONSEP PEMBELAJARAN SEKOLAH KRISTEN TUNAS HARAPAN

Apa impian orang tua untuk anak-anaknya berhasil dalam hidup masa depannya tetapi seringkali orang tua terkendala dengan biaya yang mahal untuk mencapai impian itu. Anak-anak mencoba untuk les akademik, pulang sekolah mereka belajar dan kemudian mereka coba dileskan olahraga renang atau futsal atau basket yang mereka suka. Mereka juga dilatih untuk les komputer, musik maupun les akademik agar mereka mencapai nilai ketuntasan ( tidak remedial ) dan bisa dengan benar-benar menguasai pembelajaran akademik. Bahkan mereka excellent di dalam akademik mereka, mereka suka matematika mereka menguasai.

Ada banyak ajaran, mereka belajar matematika untuk bisa menguasai. Akademik, ketuntasan di dalam pembelajaran di sekolah. Mereka belajar akademik, music, olahraga, computer dan bahasa inggris maupun mandarin. Apa saja yang diusahakan oleh orang tua untuk mencapai mimpi bagi anak-anak mereka, mereka bayar dengan harga yang mahalnamun hal ini terkendala karena  tidak semua orang tua bisa mampu melakukannya dikarenakan kesulitanbiaya yang mahal atau juga waktu yang sangat terbatas.

Pada waktu mereka mengantar anak-anak mereka, perlu ada supir bahkan apabila tidak ada supir, mereka perlu menyediakan waktu khusus untuk mengantar dan mengikuti setiap perkembangan anak mereka. Namun di SKTH, disediakan semua kebutuhan itu. Perlu diingat anak tidak hanya menjadi budak buat pendidikan mereka ( mereka harus ikut les ini itu sehingga mereka terbebani ). SKTH adalah sekolah yang memberi, bukan bisnis pendidikan yang memenjarakan anak tetapi bisnis yang memerdekakan anak, dimana merekamendapatkan pendidikan dan bisa memilih apa yang mereka suka.

Mereka dari pagi sampai menjelang siang, siang sampai sore, mereka belajar tentang bagaimana mereka menggali  semua kemampuan potensi mereka. Dari sisi akademik mereka belajar, bagaimana mereka mendapatkan semua pembelajaran yang menjadi kurikulum didalam kehidupan mereka, mereka pelajari. Di SKTH ada kurikulum nasional yang memang sudah ditentukan dan mereka mencoba menggali semua pembelajaran tersebut.

Konsep di dalam SKTH adalah konsep zoom out, zoom out adalah semua pembelajaran yang mengarah kepada zoom in. Jadi mengarah kepada apa yang menjadi kekuatan mereka. Pada konsep zoom out zoom ini, semua anak dari pagi sampai siang diajarkan mengenai semua pembelajaran sedangkan siang sampai sore dititikberatkan kepada konsep zoom in yaitu mereka belajar memperdalam apa yang menjadi kekuatan dan kemampuan mereka. Misal anak yang belajar di sekolah, setelah mereka melewati kkm dan berhasil di akademik, mereka boleh memilih apa yang mereka sukaseperti komputer, olahraga atau bahasa berdasarkan kegairahan mereka.

Saat kegairahan itu muncul, mereka punya semangat. Jadi konsep zoom in ini didapat karena mereka memilih. Dalam hal ini sekolah tidak memaksakan tetapi lebih kepada mengenalkan semua pembelajaran. Setelah mereka mengenal dan mencapai nilaiminimalnya, mereka kemudian dinaikkan kesatu tingkat dimana mereka harus memilih apa yang mereka suka. Setelah mereka menyukai apa yang mereka pilih, diharapkan kelak merekadapat menjadi bintang dari apa yang mereka suka, seperti halnya menjadi bintang di dalam bahasa, musik, computer maupun olah raga. Demikian pula halnya apabila mereka menyukai bidang akademik seperti matematika,jadilah bintang dalam bidang matematika.

Kuasai semua ilmu yang ditawarkan oleh SKTH untuk mendapatkan konsep zoom in ini.Di sekolah yang memiliki motto one stop learning, kami menyediakan apa yang dibutuhkan anak-anak sehingga anak-anak berkembang sesuai dengan minat dan bakat mereka dan menghasilkan buah di masa muda mereka. Bila masa remaja mereka adalah masa anak-anak mereka, sekolah ada untuk mereka.

Guru-guru, staf karyawan dipanggil untuk bisa melayani mereka. Untuk itulah SKTH ada untuk melayani semua yang dibutuhkan anak-anak. Dengan visi mewujudkan dunia pendidikan yang damai sejahtera, kami mengingini mereka berdamai dengan Tuhan Yesus. Mereka mempunyai hubungan yang benar dengan diri mereka maupun sesama mereka. Setelah itu bukan hanya damaidalam diri mereka maupun sesama tetapi mereka juga mendapatkan kesejahteraan. Mereka boleh menatap dengan kepala yang tegak akan hari esok. Mereka boleh menjalani hari-hari mereka karena mereka yakin dengan masa depan mereka.Mereka boleh menjalani masa depan mereka dengan penuh harapan. Itu yang menjadi harapan dari SKTH. Tuhan Yesus memberkati.

Dalam mewujudkan dunia pendidikan yang damai sejahtera. Berdamai dengan Tuhan Yesus, diri sendiri dan sesama. Kami mencoba membuat sebuah gambar  di dalam pembelajaran kami. Gambar ytentang kehidupan yang seharusnya mereka dapatkan. Gambar yang jelas tentang pencipta mereka, apa yang pencipta mereka mau di dalam kehidupan manusia yang diciptakanNya, karena gambar menentukan tindakan. Kalau seringkali  mereka melihat gambar yang baik, maka mereka akan hidup dalam gambar yang baik, tetapi kalau mereka lihat gambar yang buruk maka mereka akan hidup dalam gambar yang buruk. Karena itu setiap pagi SKTH menyediakan pembelajaran FT yang kami sebut Morning Devotion.

Setiap pagi kami mengadakan ibadah untuk mereka bisa melihat gambar pencipta mereka dan apa yang dimau pencipta terhadap penciptaanNya. Dalam pembelajaran setelah Morning Devotion, kami harapkan pendidikan itu seperti pisau. Pisau itu dapat digunakan memotong buah atau untuk melakukan sebuah tindakan kejahatan. Yang kami harapkan adalah pendidikan menjadi sebuah alat yang membangun kehidupan banyak orang karena pohon dikenal dari buahnya. Melalui kehidupan para siswa, ada buah-buah yang muncul dalam kehidupan mereka. Buah yang bisa dikupas bisa dinikmati oleh banyak orang.

Itulah yang kami harapkan melalui pembelajaran Morning Devotion dan tidak lupa dalam setiap pembelajaran di kelas kami juga menyisipkan nilai-nilai kebenaran yang kami sebut Kurikulum Berbasis Alkitab. Dimana kami harapkan di dalam setiap kelas-kelas yang ada, mereka bertemu dengan Tuhan. Mereka belajar matematika, mereka bertemu dengan Tuhan. Mereka belajar bahasa Indonesia, mereka bertemu dengan Tuhan. Karena diatas semua, hikmat Tuhan adalah yang menjadi dasar dari semua hikmat di muka bumi ini. Kami tidak mau orang belajar tambah pintar tapi jauh dari Tuhan. Bahkan setelah mereka dipanggil, mereka tidak bertemu dengan pencipta mereka. Ini yang kami harapkan, mereka belajar maupun mendalami di dasarkan pada hikmat Tuhan.

Kita tahu bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Kita mau mereka datang kepada Tuhan, sumber hikmat tertinggi. Melalui pembelajaran-pembelajaran di kelas, kami mau mereka bertemu dengan Tuhan. Setelah mereka mengikuti pembelajaran-pembelajaran di kelas, mereka menemukan sebuah pembelajaran, konsep, teori bahkan hal-hal yang relevan dengan kehidupan di masyarakat bagaimana hal itu ada dalam kehidupan mereka sehari – hari melalui kegiatan – kegiatan yang diadakan di kelas, mereka diharapkan bisa mengerti bagaimana konsep maupun teori itu diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Namun kita tahu bahwa tidak semua target-target itu tercapai.

Kita tahu ada beberapa anak yang bisa mencapai dan beberapa anak yang tidak bisa mencapai. Tetapi kedua kelompok tersebut, SKTH akomodir. Kelompok pertama ( yang tidak bisa mencapai ) ada yang namanya kelas remedial. Kelas-kelas dimana mereka coba digali, apa yang menjadi kesulitan sehingga mereka tidak bisa. Ada guru-guru yang mendampingi mereka sehingga mereka bisa mencapai kkm yang diharapkan. Nilai ketuntasan minimal yang diharapkan setiap siswa sehingga mereka bisa lewat pada  ujian dengan nilai diatas 7, itu yang kami harapkan.

Untuk itu diadakan rumah belajar remedial tetapi ada rumah belajar juga buat kelompok kedua ( yang sudah melewati ketuntasan belajar tersebut tetapi mereka  mau mendalami lebih ), mereka masuk dalam rumah belajar akademik. Pada rumah belajar akademik ini, mereka mendalami maple UN sehingga mereka kuat di dalam mapel matematika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia maupun IPA untuk mereka bisa kuat dalam bidang akademik. Di dua kelompok ini, mereka terus digali akademik  mereka.

Setelah mereka melewati rumah belajar remedial maupun rumah belajar akademik, mereka ditantang untuk masuk ke dalam tingkatan yang lebih tinggi yaitu mereka memilih apa yang mereka suka. Ini yang disebut bisnis pendidikan  bukanlah bisnis yang memenjarakan anak tetapi sebuah bisnis yang membebaskan anak. Sebuah usaha yang dilakukan oleh sekolah, secara khusus SKTH mendapatkan yang terbaik yang Tuhan taruhkan dalam kehidupan anak-anak yang dipercayakan pada sekolah.

Mereka boleh maksimal dalam pembelajaran, mereka di sebut rumah belajar non akademik. Mereka bisa memilih. Mereka suka olah raga, ada atlit pelatih profesional yang disediakan untuk melatih apa yang jadi minat mereka di olah raga. Misalnya basket, kita undang yang pelatih profesional yang memang terbisa di dalam club-club untuk bisa melatih mereka. Lalu pelatih bulu tangkis, kita undang pelatih profesional, atlit maupun pelatih untuk bisa mendidik anak-anak kuat di dalam pembelajaran olah raga bulu tangkis. Selain olah raga, mereka juga memilih komputer.

Kami menyediakan tim IT yang mengajarkan anak-anak komputer sehingga mereka bisa mendapatkan mengasah talenta mereka dan menjadi berkat bagi masyarakat. Ada pembelajaran broadcasting, aplikasi praktis, pemrograman. Kita harapkan semua anak bisa mendapatkan pembelajaran berdasarkan minat mereka. Selain itu kita juga mau menggali mereka dari sisi musik. Anak-anak yang memang mempunyai kegairahan menyanyi maupun bermain alat musik, kita coba arahkan. Kalau mereka suka menyanyi maka akan diarahkan kepada kelas vocal.

Kita bekerja sama dengan Psallo School of Music sehingga kita bisa gali kemampuan anak. Kita juga coba mencari anak-anak yang berbakat di dunia musik. Kita arahkan mereka ke rumah belajar non akademik tersebut sehingga mereka kuat di dalam panggilan mereka. Kalau memang suka main piano jadilah bintang di dalam musik piano pilihan mereka. Kalau mereka unggul dalam nyanyi jadilah bintang di dalam nyanyian mereka. Selain non akademik olah raga, musik, komputer mungkin mereka mau lebih mempelajari tentang bahasa.

Mereka bisa memperdalam dan menekuninya dalam lab bahasa yang pengajarannya di dukung oleh native, baik itu bahasa mandarin maupun bahasa inggris sehingga mereka kuat di dalam pembelajaran bahasa. Semua yang diusahakan dalam rumah belajar, kita tidak mau berpusat kepada teacher center tetapi kita berharap kepada sebuah konsep belajar student center, di mana anak-anak yang mencari tahu pembelajaran bukan semua bergantung kepada guru. Jadi semua itu karena minat anak, anak belajar mencari tahu dari guru, karena kalau guru yang memaksakan maka anak akan menjadi jenuh. Namun apabila hal ini timbul dari keinginan anak maka anak akan menjadi suka dengan pembelajaran tersebut.

Dalam program pembelajaran di sekolah, kami tidak ingin orang tua jauh dengan kami dalam membangun anak-anak yang sudah dipercayakan kepada orang tua. Kami sekolah, tiap bulan memberikan raport bulanan. Umumnya disekolah lain  raport diberikan setiap tiga bulan sekali ( mid semester ) dan enam bukan sekali ( semester ).

Melihat hal ini, kami tidak mauorang tua dalam kurun waktu yang lama baru mengetahui hasil yang diperoleh anaknya. Untuk itu kami mencoba bekerja sama dengan orang tua memberikan report setiap bulan melalui bentuk rapor bulanan yang kami sebut Monthly Report. Diharapkan orang tua cepat mengerti kesulitan anak belajar dan kesukaan anak setiap bulan, orang tua bisa ikutin. Apabila ada hal-hal yang kurang, tindakan apa yang bisa dilakukan agar bulan depannya dicegah supaya tidak ada nilai yang kurang baik. Kami mau report-report itu menjadi kebersamaan kami dengan orang tua untuk bisa mencapai mimpi-mimpi yang Tuhan taruhkan dalam kehidupan orang tua maupun kehidupan anak yang kita cintai.

Begitu juga dengan News Letter, kami harapkan News Letter menjadi sebuah informasi penting dari semua moment-moment sehingga orang tua bisa mengerti  berita apa setiap bulannya dari SKTH. Tuhan juga menolong kita untuk bisa mendapatkan pembelajaran, bukan hanya setiap hari rutinitas tetapi ada satu bentuk terobosan baru yang kami lakukan di sekolah adalah di akhir dari pembelajaran mereka di SD, SMP maupun SMA, kami membuat sebuah kegiatan camp.

Kegiatan camp ini bertujuan untuk mematangkan pembelajaran. Selain di rumah belajartetapi juga camp-camp dimana mereka fokus dan tidak terganggu dengan kegiatan-kegiatan yang membuat mereka tidak fokus dalam menghadapi ujian. Camp ini dilaksanakan di asrama selama dua minggu sehingga anak-anak fokus belajar. Camp ini berbeda dengan camp biasa dilakukan maupun camp yang berupa kegiatan rohani, tetapi ini adalah camp khusus dimana mereka belajar. Mereka diberikan motivasi dan mereka coba dilatih dengan pelatihan yang diberikan oleh guru-guru mereka.

Beberapa kali SKTH mengadakan camp, ada kabar sukacita yang kami terima bahwa anak-anak menikmati pembelajaran karena bentuknya lebih santai, dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dan kekuatan mereka dipetakan karena kalau anak yang pintar digabung dengan anak yang kurang pintar, kecepatannya akan terganggu. Anak yang pintar menganggap itu suatu hal yang menjenuhkan karena pembelajarannya terlalu rendah buat mereka.

Begitu pula dengan anak yang kurang pintar di gabung dengan anak yang pintar, mereka akan merasa terlalu berat mengejar materi kalau materi yang diberikan materi yang berat. Untuk itu dipetakan supaya anak-anak bisa menemukan apa yang menjadi masalah mereka sehingga mereka dibawa kepada satu tingkatan yang lebih tinggi, masalah demi masalah dalam pembelajaran mereka dapat dituntas dan selesaikan. Camp-camp ini menjadi bentuk sebuah persiapan bagi mereka sehingga pada waktu mereka ujian, mereka lebih siap dan melakukan ini dengan sukacita karena mereka tahu mereka sudah punya bekal yang cukup untuk mereka melewati ujian dengan baik.

Dalam pembelajaran, yang perlu dicatat adalah adanya program kewirausahaan. Di kelas- kelas kewirausahaan, kami harapkan dari apa yang anak-anak pelajari mereka bisa bagikan kepada masyarakat. Itulah yang disebut wirausaha. Memulai bukan dari apa yang diluar tetapi dari apa yang di dalam, mereka punya kegairahan maupun hobi yang bisa mereka jadikan itu sebagai berkat buat masyarakatsehingga ada muncul wirausaha-wirausaha apabila dari semenjak kecil mereka kecil dilatih.

Kalau mereka suka bahasa, mereka bisa berbagi dengan masyarakat dan dalam berbagi itu, mereka bisa mendapatkan berkat dan upah dari apa yang mereka kerjakan. Dalam hal ini bukan upah yang dikejar tetapi sebuah bentuk pengembangan dari talenta mereka. Itulah kewirausahaan yang kami harapkan. Kalau mereka kuat dalam musik, mereka bisa memberi les kepada orang lain bahkan kedepannya mereka bisa membuka sekolah musik. Kalau mereka kuat dalam olah raga, mereka bisa membuka club dalam hidup mereka, mereka bisa memberkati masyarakat melalui pembelajaran olah raga.

Kita tahu olah raga menjadi daya tarik tersendiri di masyarakat. Kalau mereka kuat dalam bidang matematika, mereka bisa membuka sekolah matematika yang mengajar anak-anak tentang logika, cara berpikir matematika dari satu disiplin ke satu disiplin dari satu cara ke cara lain, mereka harus disiplin. Ini hal yang kita harapkan dari pembelajaran kewirausahaan di sekolah. Terlebih dahulu kita di sekolah, melatih mereka  untuk bisa berbagi dengan sesama, teman dan masyarakat luas.

Untuk Royal Ranger, adalah salah satu bentuk pramuka Kristen dimana anak-anak diberikan variasi tentang pramuka tetapi tidak hanya berfokus pada pramukanya. Mereka mempunyai keahlian, terampil hidup mandiri baik itu di hutan mapun dalam kehidupan keseharian mereka.

Selain itu ada nilai-nilai rohani yang dimasukkan ke dalam semua keahlian tersebut. Itulah yang disebut dengan Pramuka Kristen. Ini memang berpusatkan mirip dengan Lord Bouden Powel tapi kita sebut Royal Ranger. Kalau kita kenal kepanduan kepramukaan tapi sama mirip keahliannya adalah kepramukaan tapi nilai-nilainya adalah kebenaran Firman Tuhan dalam Alkitab, itulah Royal Ranger.

Perlu Bapak / Ibu ketahui, semua pembelajaran selain Monthly Report juga ada kegiatan hari-hari mereka di sekolah untuk waktu yang akan datang, Bapak / Ibu bisa melihat di dalam sistem Elia Program.

Elia Program adalah sebuah software aplikasi yang dimiliki sekolah untuk membantu orang tua yang memperhatikan pendidikan untuk anak mereka. Misalnya minggu depan mau ada pelajaran apa, materinya apa, topiknya tentang apa dan soal-soalnya seperti apa. Bapak / Ibu yang memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, bisa lihat apa yang bisa lakukan untuk anak saya bisa siap di minggu depan. Untuk itu untuk membantu sinergi antara sekolah dengan orang tua menjadi lebih baik, itulah Elia Program.

Tuhan memberkati.

January 2018
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031